Es Durian Padang..ambo enaknya!

Jam masih menunjukkan sekitar 10.30 pagi di Padang.  Meeting di Universitas Andalas sudah selesai, kunjungan ke kantor sudah beres, matahari sudah mulai tinggi.. teman-teman cabang Padang mengajak kami mencicipi es durian yang paling nge-top di daerah Pondok.  Ternyata sepanjang jalan ada beberapa kedai es durian, tetapi yang dipilih adalah kedai Iko Gantinyo.

03062009189

Uni (penjaga kedai) langsung menyiapkan 4 mangkuk.  Begitu dihidangkan, wao.. begitulah komentar pertama.  Semangkuk es durian itu berisi potongan cincao hitam, suwiran daging kelapa yang sepertinya sih sudah tidak muda lagi, ditambah es serut, dan diatasnya disiram durian yang sudah berbentuk cair seperti krim dan ditutup dengan susu kental coklat.  Makanlah saya dengan penuh hikmat dan sedikit demi sedikit, karena terasa benar duriannya dan uenaknya.. Ruar biasa! 

Disetiap meja juga sudah disiapkan air putih dan gelasnya, untuk mengantisipasi reaksi durian yang lumayan nendang rasanya.  Selain es durian, resto Iko juga menyediakan makanan pendamping seperti mpek-mpek, sate Padang, gado-gado, serta es krim dan es krim durian.

03062009190

Sepulang dari makan es, belum puas rasanya kalau belum beli buah tangan atau oleh-oleh buat teman dan orang terkasih dirumah, maka kita mencari penjual keripik singkong balado.  Memang merek yang cukup terkenal dan satu-satunya yang memasang billboard raksasa di jalan menuju bandara adalah Christine Hakim.  Tetapi menurut teman-teman di Padang, singkongnya lumayan keras.  Mereka merekomendasikan Nan Salero di jalan Niaga.

0306200919203062009191

Toko Nan Salero berada di tengah Chinatown dan berada di sela-sela toko keripik singkong dan oleh-oleh Padang lainnya.  Di papan namanya tertera bahwa toko ini dahulunya adalah Tukang Gigi.  Dimana sambungannya ya? Mereka menjual aneka panganan dari singkong dan juga cemilan-cemilan lain yang relatif umum didapat di Jakarta.  Setelah dicoba, memang kripik singkong ini lebih renyah dibanding buatan Christine. Jadilah pemborongan terjadi ditempat. 

Kami langsung dilarikan ke bandara Minangkabau.  Matahari sudah tepat di ubun-ubun.. Garudaku sudah menanti, ke Jakarta kami terbang kembali.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: