Coffee Culture 4: Kopitiam Oey

Ga maar na Kopitiam Oey proberen.. Echt heerlijk, hoor!

Mencari tempat ngopi beserta kudapannya yang punya karakter unik nan jadul, relatif jarang di Jakarta.  Paling mirip dan menyenangkan selama ini adalah Bakoel Koffie di Cikini Raya.  Namun belakangan sudah ada tempat alternatif lain namanya Kopitiam Oey di jalan Haji Agoes Salim (dahulu jalan Sabang) nomor 18.  Pemiliknya sudah tidak asing lagi yaitu mas MakNyus alias mas Bondan Winarno, yang berkongsi dengan putrinya, Gwen.

kopitiam[1]

Tempatnya kecil mungil, bernuansa Cina Baba/Peranakan berasal dari Betawi dan sekitarnya, muat sekitar 10-12 meja kecil, dengan open-kitchen dan coffee-machine free…Menunya terbagi menjadi 3, yaitu makan pagi, siang dan malam.  Kalau mengharapkan full range nonya food mungkin jangan, karena dari namanya sudah jelas artinya coffee house atau warung kopi dalam bahasa Hokkien.  Sesuai nama, maka jam buka kedai ini Senin-Jumat dari jam 7pagi sampai 9 malam, Sabtu-Minggu mulai jam 8 pagi sampai 10 malam.

Lalu dari mana nama Oey didapat?  Konon kabarnya kalau diterjemahkan ke bahasa Hokkien, Winarno itu berarti Oey. Nggak percaya? Sudahlah.. terima saja.. nanti keburu lapar lho kalau berdebat yang satu ini.

Konsep dan misinya Mas Bondan untuk kedai ini tidak lain adalah untuk membangkitkan wisata kuliner tanah air lewat warung kopi, juga keinginan untuk menyuguhkan sesuatu yang berbeda serta yang mampu mengenang masa lampau.

Mengintip menunya, tentu saja penekanan pada minuman, tepatnya minuman kopi.    Selain kopi tubruk Jawa, kopi Aceh dan Bukittinggi ditawarkan juga kopi dari Vietnam..  Semuanya dibuat dan diramu secara manual, tanpa coffee machine. Juga aneka minuman dingin, seperti apple fizz dan lemon kiet soda.  Yang terakhir ini yang kami pesan.  Menurut saya, agak terlalu manis karena menggunakan Sprite, mungkin lebih enak menggunakan Soda Water, sambil ditingkahi manisan jeruk kikit dan bisa ditambah manisan plum kering. 

Kalau dari makanan, kudapan ‘standar’ adalah aneka roti bakar, diselingi panini berdaging ham, aneka nasi goreng (pilihan kami malam itu adalah nasi goreng pete.. hmm.. terasa benar bumbu terasinya!).. ditambah menu ‘langka’ seperti Bubur ayam Benteng, sego ireng, roti talua Bukittinggi, Gado-gado BonBin, Sate Ayam Ponorogo, juga lunpia udang GunSan (Gunung Sahari). 

kopitiambsr[1]

Malam itu diakhiri dengan bon sebesar Rp54ribu untuk berdua… dan rekomendasinya:  Boleh lah mampir lagi sambil icip-icip menu lain (yang vegetarian tentunya buat saya).  Mungkin lebih cocok juga hadir untuk makan siang, karena range menu lebih banyak pilihannya.

Kopitiam Oey

Jalan Haji Agoes Salim (Jl Sabang) 18

Jakarta Pusat

Telfon 021 3924475

3 Comments

  1. 6by6press said,

    3 August 2009 at 5:37 pm

    kalau di jakarta, nanti saya mampir sini deh bu…
    salam/anto

    • Shankara said,

      4 August 2009 at 1:51 am

      menarik untuk dibandingkan dengan KopiTiam favoritku yang di Killiney Road. Apa perlu diantar? In any case, let me know ya kalo pas di Jakarta.. siapa tau bisa bisa sambil ketemuan sambil nyeruput kopi. Yummy.

  2. 20 February 2013 at 3:47 pm

    sy biasa di embong malang, surabaya, memang seger terutama kopi indotjina-nya. salam/anto


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: