Dua Nyonya: Lokal batiknya, Lokal rasanya

Jalan-jalan di Cikini Raya terasa makin meriah belakangan ini, karena ada beberapa tempat makan baru, selain mencicipi makanan yang klasik, tempo doeloe, seperti di posting-an yang sebelumnya.  Salah satunya adalah toko batik Dua Nyonya, milik Dana Iswara dan Dewi Mallarangeng.  Uniknya ibu-ibu ini menggabungkan cuci mata batik dengan café kecil menarik disebelahnya.  Atmosfir toko dibuat informal, tidak seperti layaknya datang ke butik kelas menengah keatas di mal. 

Batik yang ada disana berbagai rupa, lengkap dengan asesoris etnik dan lerak, sabun untuk merawat/mencuci batik.  Selain masih dalam berbentuk kain, banyak juga yang sudah menjadi rok, blus, kemeja pria.  Ada batik dari berbagai pelosok tanah air, tapi masih di dominasi dari Jawa/Madura, baik yang edisi baru maupun lawasan atau istilah kerennya ‘vintage’.  Baju-baju jadi di disain oleh ke dua nyonya, ada yang bergaya klasik maupun modern, disesuaikan dengan tren dan selera pasar.

Setelah puas melihat sana-sini, bisa jadi juga beli sana-sini… pengunjung dapat mampir ke cafe di bagian samping toko.  Biarpun kecil, dapat menampung sekitar 20-30an tamu.. menunya sederhana dengan rasa lokal dan harga lumayan terjangkau.  Makanan pembukanya bisa pilih tempe mendoan atau perkedel jagung.  Yang paling populer buat saya adalah koleksi nasi bakar.. pilihan saya nasi bakar ikan peda.  Hadir lengkap dengan tempe goreng, sambal, lalapan dan sejumput lodeh.  Mantap! 

Biarpun kecil, café ini berfasilitas wi-fi.. apalagi yang membuat kita betah berlama-lama di cafe, selain tentunya, teman ngobrol yang menarik…

 Berikut tulisan yang muncul di Tempo Interaktif di bulan Maret mengenai kedai baru di Cikini, yang ditulis oleh Bismo Agung (23 Maret 2009).

Dua Nyonya, Kedai kopi Dana Iswara & Nyonya Mallarangeng

image.tempointeraktif[1]

Bermula dari kegemaran wisata kuliner di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Dana Iswara akhirnya ikut membuka kedai kopi di daerah yang sama.  Kedai itu didirikan bersama sobatnya, Dewi Mallarangeng.  Namanya Dua Nyonya, sesuai dengan predikat mereka sebagai nyonya dari ekonom Chatib Basri dan politikus Rizal Mallarangeng.

Selain menjual kopi, kedai itu menjajakan batik dan perhiasan.  Pertengahan bulan ini kedai mereka sudah mulai beroperasi. ‘Batiknya berasal dari berbagai daerah di Nusantara,’ ujar bekas penyiar televise itu.  Dana dan Dewi ternyata sudah berbisnis batik sejak satu setengah tahun lalu.

Mereka mengaku tak hanya usaha, tapi ingin ikut mempercantik kawasan Cikini. ‘Daerah ini kan termasuk kawasan lama,’ kata Dana.  Dia mengharap pihak lain ikut memanfaatkan Cikini untuk tujuan konservasi. ‘Masih ada bangunan kosong tidak berfungsi.’ Bila tertata apik, niscaya kawasan itu makin asyik untuk lokasi jalan-jalan.’ Kalau capek, bisa rihat sambil ngopi,’ ujarnya.  Boleh juga, tapi apa Dua Nyonya ini ikut menemani?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: