Gudeg Pasar Cikini

Masih Mempunyai Pesona

Meski Usia Mulai Senja

Oleh Roy Franedya

Kontan Mingguan April 2009

Dari sekian kedai gudeg di Jakarta, gudeg Bu Harjo terbilang istimewa.  Usia kedai ini sudah hampir setengah abad, tapi banyak orang tetap terpikat dengan rasa gudegnya yang tidak terlalu manis.  Sesuai selera Jakarta, rasa gurih yang menonjol.

 Mencari gudeg dengan rasa istimewa mungkin bukan hal yang mudah.  Maklum, bahan dan aksesori masakan asal Jogja ini rata-rata tidak jauh beda antara yang satu dengan yang lain: nangka muda, krecek, kuah santan, berikut lauk-pauknya.  Tapi, bila tidak piawai menyajikan, hasilnya hanyalah sayur nangka muda yang dimasak lama.

Nah, kalau ingin gudeg yang lain dari yang lain, di Jakarta ini Anda bisa menemukan satu kedai gudeg yang cukup kesohor. Namanya kedai gudeg Jogja Bu Harjo.  Satu hal yang menunjukkan kedai di bilangan Cikini, Jakarta Pusat , ini istimewa adalah tetap laris di usianya yang sudah hampir setengah abad.

Lokasi kedai gudeg Bu Harjo menyempil di antara para penjual bahan makanan dan buah-buahan di lantai dasar Pasar Cikini.  Tampilan kedainya mirip warung padang, dengan memakai etalase kaca untuk majang semua hidangan.  Kalau belum pernah kesini, silakan bertanya pada pemilik warung di sekitarnya.  Dijamin semua orang mengenalnya.  Maklum, kedai ini telah berada di Pasar Cikini sejak 1963, saat pasar itu baru kelar dibangun.

Satu hal yang mencolok, kedai ini sangat mini untuk ukuran rumahmakan yang ramai pengunjung.  Ukurannya hanya 4m x 2m, sehingga hanya bisa menampung sepuluh orang pengunjung sekali datang. Tidak ada meja atau kursi tambahan.  Hal ini tentu menyulitkan bila kita mau datang serombongan.  Bisa-bisa, kita harus makan sambil berdiri.

Kendati begitu, warung sederhana ini begitu kondang di kalangan pembesar dan artis.  Menurut cerita Sri Rahayu – anak tertua Bu Harjo yang kini mengurusi kedai ini – Yeni Rahman, Bondan Winarno, Tri Sutrisno dan keluarga Cendana adalah beberapa pelanggan setia gudeg Bu Harjo.  ‘Dulu ketika Bu Tien masih hidup, kepala rumahtangga kepresidenan sering datang untuk beli gudeg buat ibu,’ ujar Sri, bangga.

1252488p[1]

Diracik selama tiga hari

Jadi, apa sih, istimewanya gudeg Bu Harjo?  Yang namanya gudeg, wajib ada nangka muda, kuah santan dan krecek.  Pilihan lauk bisa kita pilih: telur, ayam opor, juga tahu dan tempe bacem.  Nah, yang membedakan kedai ini dengan kedai gudeg jogja lain adalah tidak begitu kentara rasa manisnya, tapi tetap berciri khas gudeg jogja.

Sri mengaku lebih menonjolkan rasa gurih.  Rasa manis cuma tersamar di mulut.  ‘Pengunjung rata-rata tidak terlalu suka dengan rasa manis gudeg asli,’ katanya.  Pilihan ‘paket’ gudeg Bu Harjo cukup beragam.  Tapi, menu yang paling sering dipesan adalah nasi gudeg ayam, telur dan nasi gudeg tahu-tempe bacem.  Khusus nasi gudeg ayam ada dua pilihan:  mau pakai ayam kampong atau ayam negeri.  

Tak perlu berlama-lama untuk menunggu hidangan datang.  Tinggal tunjuk makanan yang ada di etalase kaca, sekejap pesanan langsung datang.  Seperti makan di restoran padang lah.  Hidangan datang beralaskan piring terbuat dari rotan yang dianyam, plus selembar daun pisang sebagai alas.  Seporsi nasi gudeg ayam terdiri dari nasi, gudeng nangka, potongan tahu, telur, sambal krecek, serta ayam yang berlumur areh atau kuah santan kenal.  Serta, sejumput sambal goreng. 

Aroma sayur gudeg yang wangi plus areh yang gurih langsung menggelitik perut yang keroncongan.  Begitu suapan pertama masuk ke mulut, ketahuan kalau sayurnya tidak lonyot (hancur) meski telah melewati proses perebusan yang lama.  Makin mantap ketika gudeg berpadu dengan sambal goreng pedas.  Bukannya berhenti, kita malah bersemangat menandaskan gudeg hingga tak bersisa.  Lebih lagi, sambal kreceknya juga medok rasanya.  Tidak banyak berminyak, dengan rasa gurih yang menonjol.  Sedap!

Rasa legit terasa pada telur dan tempe bacem yang juga masuk dalam hidangan.  Meski begitu, kekenyalan tetap terasa pas di mulut.  Begitu juga ampela ati yang tersaji dalam bumbu rendang, rasanya gurih dengan semburat manis.  Yang benar-benar istimewa adalah ayam opornya.  Daging ayam begitu empuk dengan rasa campur gurih dan sedikit rasa manis.  Saat kita santap, daging ayam dengan mudah terlepas dari tulang belulangnya.  Begitu pula dengan ayam bakarnya.’ Ini dari ayam opor yang diracik selama tiga hari,’ ujar Sri.  Ya, selama tiga hari itu Sri memasaknya demi mendapatkan ayam empuk dengan rasa gurih serta santan kental.

Gudeg Bu Harjo memasanh banderol Rp15,000 – 17,500 untuk sepiring nasi gudeg.  Bila mau menambah lauk pauk lagi, cukup tambah Rp5,000-6,000 per potong.  Sajian gudeg komplet harganya Rp30,000.  Tapi pilihan minumnya cuma ada air mineral dan teh botolan.

Meski andalannya gudeg, kedai Bu Harjo juga menyajikan menu lain, yakni nasi pecel plus tahu tempe bacem dan dendeng ragi daging.  Ada pula nasi rames dengan lauk daging ayam atau telor.  Rasanya enak juga, lo.

[Speaking like a true fan of Kedai Bu Harjo, I have been coming to this place since I was in Junior High School in Marsudirini Matraman.  Believe me, it was quite a looong time ago.  The late and petite Bu Harjo was still around and readily to serve.  But what is un-believable is the quality of taste from this place is very consistent.  My favourite is always the nasi pecel.  You may want to ask for half-portion rice, because Bu Sri’s serving is quite generous.  My mom used to bring about 10 pieces of both tahu and tempe baceman when she came to Sydney to visit me.. just to fulfill my rasa kangen to this food.  Most of the time their customer would come for a take-away food.  But when I felt hungry after school, I just sat in their small stall and eat there.]

Gudeg Jogja Bu Harjo

Pasar Cikini, Jakarta Pusat

Jalan Percetakan Negara

Café Tikala (depan RS Bunda)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: