Travel Diary: Solo (Feb08)

Ide jalan-jalan ke Solo dilontarkan ketika kami merayakan ulang tahun Asri di Resto Bunga Rampai, Menteng, di pertengahan January 2008.  Makin menarik idenya karena dikabarkan ada tiket murah pesawat Air Asia.  Akhirnya semua yang hadir sepakat dan berminat ikut serta.

Sejak itu, segala sesuatunya dipersiapkan, mulai dari daftar tempat-tempat makan yang menarik, transportasi udara dan darat, pemandu wisata kagetan (tak lain dan tak salah adalah Gus seorang), sampai dengan akomodasi di Solo.  Mulailah peserta menjadi lebih pasti, yang terdiri dari Asri, AD, Iti dan saya.  Semalam sebelum berangkat, kami mendapat kabar bahwa Asri akan terlambat hadir karena masih ada rapat di kantornya.  Ya sudah, yang penting nantinya kita masih bisa berkumpul di Solo.

Kamis, 07Februari 2008 (Tahun Baru Imlek)

Jam 5 pagi saya sudah tiba di Terminal 1A Bandar Sukarno-Hatta, sambil celingukan mencari Iti. Wah ternyata Iti sudah hadir, tadinya saya kira ‘travel very light’ karena tidak bawa bagasi.  Ternyata, WOW, koper yang dibawa sebesar anak 2 tahun.  Satu-satunya, kata Iti, jadi apa boleh buat.  Kemudian datanglah AD, maka siaplah kami bertiga untuk cek in bersama jutaan umat pesawat murah lainnya… Ternyata Air Asia di pagi hari tidaklah segarang yang dibayangkan.  Meskipun keberangkatan ditunda hampir 30 menit, kami tidak pernah kehabisan cerita dan bahan celaan.  Kalau tidak mencela teman sendiri ya tentunya mencela teman terbang lainnya.

Setiba di Adi Soemarmo Solo, tim penjemput sudah hadir yaitu Gus dan Pak Slamet, pengemudi setia.  Begitu bagasi Iti dan AD siap, kami langsung meluncur ke Roemahkoe Bed & Breakfast di Jalan Rajiman 501.  Ternyata bisa langsung masuk di satu kamar dahulu sambil menunggu kamar berikutnya siap.  Sesi berfotopun dimulai sekitar Roemahkoe.

Berikutnya kami berjanji untuk bertemu Gus dan keluarga untuk sarapan di Soto Kirana Jalan Prof Moh Yamin.  Sesudahnya kami langsung menuju ke Pasar Triwindu untuk berburu teko antik yang diidamkan Iti.  Ternyata tidak ada, tetapi bukan menjadi halangan buat kami untuk ‘shopping’ benda-benda lain yang sangat menarik.  Pasar ini dikenal sebagai pasar barang antik dan juga barang loakan.  Yang tidak terdaftar di ‘shopping list’ tapi terbeli dengan seksama adalah 3 ekor miniatur jerapah, replika setrika antik ukuran mini, replika iklah tahun 50an, asesoris, selendang batik antik, cetakan serabi, cetakan batik cap.. entah apa lagi yang dibeli.

Beralihlah kami ke kampung batik Kauman untuk melihat-lihat batik di tokonya Gunawan Setiawan.  Yuk borong lagi.. Begitu selesai, perut sudah menagih untuk diisi.. pilihan jatuh ke rumah makan Bakso Kadipolo dengan menu nasi pecel dan AD pilih bakso. Kadipolo bukan akhir dari perjalanan isi perut di siang hari, karena serabi Notosuman sudah menanti untuk disinggahi.  Masih belum surut juga nafsu belanja, apalagi setelah diisi serabi hangat, kami sempatkan mampir ke PGS (Pasar Grosir Solo, atau pasti gak salah, alias Klewer2) untuk mengantar AD belanja daster dan sajadah batik.  Iti dan saya menunggu sambil terkantuk-kantuk, kena semilirnya angin disiang hari dan bau lilin/malam batik.  Sekembalinya kami ke Roemahkoe langsung beristirahat kelelahan.

Sore hari, Roemahkoe menyediakan afternoon tea/coffee dengan aneka jajan pasar.  Kami santap di selasar depan kamar, sambil menikmati hujan di sore hari.  Tujuan makan malam adalah Nasi liwet Keprabon tepatnya di warung Bu Wongso Lemu.  Cukup ramai pengunjung dan juga tim pesinden hadir lengkap.  karena terlena dengan ‘song request’ mulai dari Solo Balapan, Rondho Kempling, Cucak Rowo, Sewu Kuto, sang sinden agak ‘bete’ diberikan tip Rp10ribu, ya sudah, ditambah 5ribu lagi barulah dia tersenyum lebuaarr…selebar wajahnya.

Tempat singgah berikutnya adalah Hicks Gaul Pak Mul di Karanganyar bersama Gus dan SanSan.  Di Solo dan sekitarnya, kelihatannya HIK (hidangan istimewa kampung) sedang ‘in’ dan digemari.  Hidangan dasar adalah berbagai minuman hangat (aneka jahe, jeruk, seduhan kopi dan teh), beserta hidangan kampung (jadah ketan, klepon, ongol-ongol), gorengan (tempe, tahu, gembus, gimbal, bakwan), nasi bungkus (nasi kucing, nasi bandeng, nasi tumpang, nasi cap jae) dalam suasana lesehan.  Keistimewaan Pak Mul adalah beliau sendiri yang menjadi ‘barista’nya, terutama untuk ‘chef recommended items’ seperti jadah Apollo, jahe gepuk gula batu (heaven!). Disamping itu Pak Mul punya istilah/akronim menarik seperti Sopir Jaran (alias Joki, yang dalam bahasa Jawa artinya dituangi lagi airnya), serkongkit (geser bokong sedikit). Yang paling digemari adalah Semarang Kediri (semakin digoyang semakin berdiri).. yang jadi pertanyaan apanya yang berdiri, jawabnya ya sendoknya lah.. ooo begitu.  Obrolan masih seru malam itu di Hicks, sementara pengunjung sudah datang dan pergi, tidak ada yang selama dan sebetah rombongan kami.  Sopir jarannya Pak Mul entah sudah berapa teko.. Malam itu, kami semua tidur lelap tanpa syarat!

Jumat, 08Februari 2008

Setelah menikmati sarapan pagi di resto Laras Roemahkoe, berangkatlah kami menjemput Gus di pasar Legi.  Tujuan hari ini adalah Candi Cetho di Tawangmangu, di kaki gunung Lawu.  Bekal air dan penganan kecil sudah didapat dari toko Roti Kecil.  Sempat-sempatnya kami menemukan teko brintik idaman Iti dan idaman saya dan AD, karena akhirnya kami juga latah beli barang yang sama.

Sepanjang perjalanan ke Candi Cetho, kami melewati kebuh teh yang hijau, dimana sesi berfoto-ria tidak dilewatkan dengan berbagai gaya.  Cuaca mendung setibanya di Candi, jalan cukup terjalan keatas.  Candi ini banyak menyimpan relik dan artifak Majapahit di bawah pemerintahan Brawijaya.  Di puncak Candi ada dua tingkatan tempat bersemedi. Namun banyak yang diperuntukan bagi yang ingin punya keturunan (di depan arca Lingga). Di kompleks yang sama terdapat area patung Saraswati dan juga padhusan kecil/sumber air Lingga Yoni. 

Kami bergegas pergi makan siang di resto ibu Ugie di Tawangmangu.  Menunya kali ini nasi pecel, sop buntut (you know who!) dan ditutup dengan buah durian yang legit dan manis.  Belanja jeruk Tawangmangu yang terkenal itu tidak dilewatkan sebelum kita berbalik arah ke Solo. Setibanya disana, langsung mampir ke toko roti Orion yang populer dengan roti lapis Mandarijn dan roll-o istimewa.  Belum puas dengan Orion, kami mampir di toko Pak Mesran Nitidisastro untuk membeli oleh-oleh seperti berbagai jenis kripik, serundheng kelapa dan makanan kering lainnya. 

arca-di-ccetho.jpg glorious-lawu-mt.jpg

Seusai menurunkan AD di Roemahkoe, saya dan Iti masih menyempatkan mampir ke kampung batik Laweyan.  Hanya sebentar, karena hujan dan bergegas untuk menjemput Asri di bandara.  Pesawat Sriwijaya yang ditumpangi Asri, peserta terakhir Tour de Solo tibalah sudah tepat pukul 7.  Kami menikmati makan malam di warung Petruk dekat Novotel dan bertemu dengan Gus dan SanSan lagi disini.  Mi dan bihun rebusnya STD (alias standar), tetapi kipas anginnya sungguh cantik, karena ber’baju’ brokat.  Mungkin untuk menyarin debu.  Sepulangnya ke Roemahkoe, hasil belanjaan selama 2 hari kembali di gelar dan dipamerkan dengan bangga, bersama dengan hasil jepretan foto-foto.

Sabtu, 09Februari 2008

Hari ini kami meluncur ke Yogyakarta, dengan bebeberapa tempat persinggahan.  Yang pertama ke gereja Katolik Hati Kudus Tuhan Yesus di Ganjuran, Bantul, menghadiri upacara sakramen perkawinan bekas staf AD. Dilanjutkan menengok rumah baru Pak Haji Nurdin, teman kerjaku di kantor sebelumnya di dekat Monjali.  Makan siang kami sepakati di warung gudeg Yu Narni di Monjali, sambil ‘mbesek’ buat dibawa ke Jakarta.  Tidak lupa ibu Nurdin membekali kami dengan pisgor kepok dan martabak buatan sendiri.  Yam!

Rumpies pergi tanpa shopping? Rasanya mustahil.  Mobil langsung diarahkan ke Malioboro dan mampir di toko tas Fancy dekat stasiun Tugu.  Tante Fancy (karena sampai sekarang saya tidak tahu namanya) punya beberapa koleksi baru sisa ekspor Jepang, yang langsung disabet beberapa oleh AD dan Iti.  Sesudahnya masih lanjut sebentar ke Mirota Batik seberang pasar Beringharjo.  Persinggahan terakhir yang dinanti-nanti adalah Nakamura Reflexology di Ambarukmo Plaza.  Perawatan selama 1 jam terasa masih kurang, namun waktu juga yang mengejar kita untuk segera kembali ke Solo.  Asri masih belum kebagian beli oleh-oleh Orion.

Malam hari kami makan di resto Laras, sambil lamat-lamat mendengarkan gending gamelan ‘live’ dibagian belakang resto.  Mi/bihun rebus, sosis Solo dan huzaren sla terasa nikmat ditingkahi wedang cemol (wedang jahe ditaburi kacang, potongan roti dan biji mutiara).  Waktu berbenah barang belanja tibalah sudah dan diantara kami ber empat, total koli ada sekitar 10, diantaranya ada sekitar 5-6 dus karton.  Hmm heran.. belanja apa saja ya?

Minggu, 10Februari 2008

Kembali kami naik pesawat Air Asia di pagi hari.  Kami mendarat dengan selamat di Jakarta dan berpisah di Bandara Sukarno-Hatta.  Saya menurunkan Asri di lobi hotel dekat Plaza Semanggi dan meluncur pulang.

Demikianlah catatan perjalanan singkat kami kali ini.  Ceria, penuh celoteh, celaan, curhatan, nostalgia kisah-kisah yang lalu, tidak ada hentinya.  Selalu berkesan, tidak pernah membosankan.  Sempat sudah kami membicarakan ‘next destination’ tetapi belum ada yang pasti.  They are my friends for life and I treasure them forever!

Useful links:

http://www.roemahkoe.info koridor-roemahkoe.jpg halaman-roemahkoe.jpg

2 Comments

  1. ketikataku said,

    4 March 2008 at 4:30 pm

    Kalau datang di Solo di pertengahan 2008 nanti (sekitar Agustus-September nanti) mungkin bisa menikmati festival musik etnik yang bertajuk Solo International Ethnic Music Fectival. Tahun 2007 lalu di adakan di Benteng Vastenburg. Semoga tahun ini diadakan di tempat yang sama. (Hari)

  2. Shankara said,

    8 March 2008 at 12:19 am

    Wao seru dong! Masukan buat teman2 seperjalanan, barangkali ada yang mau mampir ke Solo lagi pas ada ‘happening’ disana.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: